Saturday, March 30, 2013

Club Detective School (part7)


Mereka mendapat meja yang cukup kosong. Menu mereka hari ini adalah ayam bakar dengan kentang goreng dan kentang rebus.  “waahhh benar-benar perbaikan gizi di sini ” joe langsung menyikat makanannya. “hey pelan-pelan. Ternyata kau tak bisa di ajak kompromi lagi kalau sudah urusan makanan” kata rey. “ah kalau urusan makanan memang tak bisa di ajak kompromi lagi rey” kata joe ,petter pun hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sahabat nya itu.
“jadwal kita hari ini apa ?” tanya petter.
“matematika, bahasa inggris, biologi dan club detective mulai hari ini” rey berbicara sambil mengunyah kentang goreng nya.
“wow, aku sudah tak sabar memulai pelajaran kita” petter terlihat bersemangat. Bell berbunyi tanda masuk. Mereka langsung bergegas mencari kelas mereka. Kelas pertama matematika. Guru nya bernama bu Stella . Orang nya tinggi, langsing, tetapi dari wajah nya tak menampakkan sebuah keramahan. Wajah nya terlihat galak. Hanya satu yang ada di fikiran petter. Jangan sampai membuat guru ini marah.
“pagi anak-anak, buka buku halaman 20” kata nya di awal pelajaran. “Kita sudah berkenalan di pertemuan lalu, dan sekarang waktu nya kalian untuk belajar dengan sungguh-sungguh.” Suaranya begitu lantang, berhasil membuat semua murid terdiam. Petter pun sampai menahan nafas ketika bu stella tadi berbicara.
Seperti nya bu Stella sedikit menyukai petter dan rey, karena kedua anak tersebut bisa mengikuti pelajarannya. Di akhir kelas bu Stella memberikan tugas yang bertumpuk-tumpuk, walaupun demikian, tak ada anak-anak yang berani mengeluh di depan guru itu.
Jam-jam berikutnya di lewatkan dengan hasil petter dan rey menjadi murid kesayangan hampir semua guru. “kurasa kalian berdua di tahun ke 4 akan di calonkan menjadi ketua osis. Terutama kau petter. Selalin kau pintar kau juga bijaksana” joe berbicara sambil menyeret tas nya. “haha tidak mungkin ada yang mau memilih ku” rey tertawa. “kalau kamu mungkin tak ada yag mau memilih mu, siapa yang mau memilih gadis sok, lain dengan petter hahah” rey langsung cemberut “hey,hey jangan begitu” kata petter masih tertawa.
Mereka pun menuju aula untuk makan siang. Mereka memilih tempat di dekat jendela. “kira-kira pelajaran pertama kita apa ya ? belajar sandi atau memecahkan kasus-kasus ? aku sudah tak sabar” rey bersemangat sekali ia sampai memukul-mukul meja makannya dengan sendok dan garpu nya.
Petter,joe, dan rey menerka-nerka apa yang akan di pelajari mereka di kelas detective nanti. Petter melihat-lihat ke luar jendela. Di sana terhampar taman sekolah dengan pepohonan yang rindang, rumput begitu hijau segar, bunga-bunga mawar merah dan putih bermekaran. Terlihat juga bukit-bukit menjulang tinggi. Mata petter tertuju pada pinggiran jendelanya ternyata ada koran tergeletak, mungkin milik guru yang tertinggal.
Coba kita lihat apa yang terjadi di kota,fikir petter.
“lolos nya penjahat no 1 di negeri ini” begitu judul artikel di halaman depan. Hal itu sangat menarik perhatiannya. Ia pun terus membaca artikel itu. “pimpinan dari kelompok organisasi black jack berhasil meloloskan diri kemarin....” ah black jack ? pemimpinnya kan bernama jack. Fikir petter. Ia pun melanjutkan pembaca “ jack berhasil meloloskan diri kemarin malam setelah ada yang menjenguk nya. Semua penjenguk nya menggunakan cadar, sehingga polisi menyimpulkan jack kabur dengan menggunakan cadar nya....” petter menutup korannya.
 Ia tahu mengenai organisasi black jack. Organisasi ini sangat meresahkan warga. Banyak kasus yang di buat nya, dari bom, pembunuhan, pengedaran narkoba dan kejahatan lain yang sangat merugikan negara. Tetapi hebatnya jack tak pernah menggunakan tangannya sendiri untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal tersebut. petter ingin sekali ikut turun menyelidiki tentang kasus organisasi ini. Ia sering mendengar cerita-cerita tentang organisasi ini dari ayah nya. Setahu petter, jack pemimpin organisasi black jack sudah tertangkap sejak 5 tahun yang lalu, ia di hukum penjara seumur hidup.
“ada berita apa ?” tanya joe penasaran karena petter fokus sekali dengan korannya. “pimpinan organisasi black jack melarikan diri ” jawab nya singkat. “ah ? pimpinannya ? bagai mana bisa ?” tanya rey mulai tertarik dengan baerita itu. “baca saja sendiri” petter menyerahkan korannya dan ia pun memakan kentang goreng nya. Ia segera melupakan tentang apa yang di bacanya di koran Fikirannya kembali ke club detective. Ia penasaran sekali,apa yang di kerjakannya nanti di club detective ? apakah menangani kasus-kasus besar juga ? hatinya sudah begitu sesak, ia begitu bersemangat. Tak sabar memulai pelajarannya, pelajaran di club detective mulai pukul 3 sore.
“eh ke taman yuk ? sambil menunggu jam pelajaran mulai” usul rey yang langsung di sambut anggukan setuju dari ke dua sahabat nya. Taman siang ini indah seperti biasanya,biru nya langit terbentang indah, banyak terlihat burung-burung liar yang mandi atau sekedar minum di kolam air mancur di tengah taman. Kupu-kupu banyak yang hinggap di bunga-bunga yang sedang bermekaran. Kelinci sekolah banyak berkeliaran dan sekali-sekali tampak bersembunyi di semak-semak, bukit-bukit menjulang tinggi seolah-olah menjadi pagar raksasa sekolah.“oh ya, aku akan ke klinik sekolah dulu, kurasa perban di tangan ku sedikit mengganggu ku” kata petter dan langsung berlari ke klinik sekolah. 

TO BE CONTINUED
(review please)


0 komentar

Post a Comment