Mereka
mendapat meja yang cukup kosong. Menu mereka hari ini adalah ayam bakar dengan
kentang goreng dan kentang rebus.
“waahhh benar-benar perbaikan gizi di sini ” joe langsung menyikat
makanannya. “hey pelan-pelan. Ternyata kau tak bisa di ajak kompromi lagi kalau
sudah urusan makanan” kata rey. “ah kalau urusan makanan memang tak bisa di
ajak kompromi lagi rey” kata joe ,petter pun hanya menggelengkan kepalanya saja
melihat sahabat nya itu.
“jadwal
kita hari ini apa ?” tanya petter.
“matematika,
bahasa inggris, biologi dan club detective mulai hari ini” rey berbicara sambil
mengunyah kentang goreng nya.
“wow,
aku sudah tak sabar memulai pelajaran kita” petter terlihat bersemangat. Bell
berbunyi tanda masuk. Mereka langsung bergegas mencari kelas mereka. Kelas
pertama matematika. Guru nya bernama bu Stella . Orang nya tinggi, langsing,
tetapi dari wajah nya tak menampakkan sebuah keramahan. Wajah nya terlihat
galak. Hanya satu yang ada di fikiran petter. Jangan sampai membuat guru ini
marah.
“pagi
anak-anak, buka buku halaman 20” kata nya di awal pelajaran. “Kita sudah
berkenalan di pertemuan lalu, dan sekarang waktu nya kalian untuk belajar
dengan sungguh-sungguh.” Suaranya begitu lantang, berhasil membuat semua murid
terdiam. Petter pun sampai menahan nafas ketika bu stella tadi berbicara.
Seperti
nya bu Stella sedikit menyukai petter dan rey, karena kedua anak tersebut bisa
mengikuti pelajarannya. Di akhir kelas bu Stella memberikan tugas yang
bertumpuk-tumpuk, walaupun demikian, tak ada anak-anak yang berani mengeluh di
depan guru itu.
Jam-jam
berikutnya di lewatkan dengan hasil petter dan rey menjadi murid kesayangan
hampir semua guru. “kurasa kalian berdua di tahun ke 4 akan di calonkan menjadi
ketua osis. Terutama kau petter. Selalin kau pintar kau juga bijaksana” joe
berbicara sambil menyeret tas nya. “haha tidak mungkin ada yang mau memilih ku”
rey tertawa. “kalau kamu mungkin tak ada yag mau memilih mu, siapa yang mau
memilih gadis sok, lain dengan petter hahah” rey langsung cemberut “hey,hey
jangan begitu” kata petter masih tertawa.
Mereka
pun menuju aula untuk makan siang. Mereka memilih tempat di dekat jendela.
“kira-kira pelajaran pertama kita apa ya ? belajar sandi atau memecahkan
kasus-kasus ? aku sudah tak sabar” rey bersemangat sekali ia sampai
memukul-mukul meja makannya dengan sendok dan garpu nya.
Petter,joe,
dan rey menerka-nerka apa yang akan di pelajari mereka di kelas detective nanti.
Petter melihat-lihat ke luar jendela. Di sana terhampar taman sekolah dengan
pepohonan yang rindang, rumput begitu hijau segar, bunga-bunga mawar merah dan
putih bermekaran. Terlihat juga bukit-bukit menjulang tinggi. Mata petter
tertuju pada pinggiran jendelanya ternyata ada koran tergeletak, mungkin milik
guru yang tertinggal.
Coba
kita lihat apa yang terjadi di kota,fikir petter.
“lolos
nya penjahat no 1 di negeri ini” begitu judul artikel di halaman depan. Hal itu
sangat menarik perhatiannya. Ia pun terus membaca artikel itu. “pimpinan dari
kelompok organisasi black jack berhasil meloloskan diri kemarin....” ah black
jack ? pemimpinnya kan bernama jack. Fikir petter. Ia pun melanjutkan pembaca “
jack berhasil meloloskan diri kemarin malam setelah ada yang menjenguk nya.
Semua penjenguk nya menggunakan cadar, sehingga polisi menyimpulkan jack kabur
dengan menggunakan cadar nya....” petter menutup korannya.
Ia tahu mengenai organisasi black jack.
Organisasi ini sangat meresahkan warga. Banyak kasus yang di buat nya, dari
bom, pembunuhan, pengedaran narkoba dan kejahatan lain yang sangat merugikan
negara. Tetapi hebatnya jack tak pernah menggunakan tangannya sendiri untuk
melakukan tindakan-tindakan kriminal tersebut. petter ingin sekali ikut turun
menyelidiki tentang kasus organisasi ini. Ia sering mendengar cerita-cerita
tentang organisasi ini dari ayah nya. Setahu petter, jack pemimpin organisasi
black jack sudah tertangkap sejak 5 tahun yang lalu, ia di hukum penjara seumur
hidup.
“ada
berita apa ?” tanya joe penasaran karena petter fokus sekali dengan korannya.
“pimpinan organisasi black jack melarikan diri ” jawab nya singkat. “ah ?
pimpinannya ? bagai mana bisa ?” tanya rey mulai tertarik dengan baerita itu.
“baca saja sendiri” petter menyerahkan korannya dan ia pun memakan kentang
goreng nya. Ia segera melupakan tentang apa yang di bacanya di koran Fikirannya
kembali ke club detective. Ia penasaran sekali,apa yang di kerjakannya nanti di
club detective ? apakah menangani kasus-kasus besar juga ? hatinya sudah begitu
sesak, ia begitu bersemangat. Tak sabar memulai pelajarannya, pelajaran di club
detective mulai pukul 3 sore.
“eh
ke taman yuk ? sambil menunggu jam pelajaran mulai” usul rey yang langsung di
sambut anggukan setuju dari ke dua sahabat nya. Taman siang ini indah seperti
biasanya,biru nya langit terbentang indah, banyak terlihat burung-burung liar
yang mandi atau sekedar minum di kolam air mancur di tengah taman. Kupu-kupu
banyak yang hinggap di bunga-bunga yang sedang bermekaran. Kelinci sekolah
banyak berkeliaran dan sekali-sekali tampak bersembunyi di semak-semak,
bukit-bukit menjulang tinggi seolah-olah menjadi pagar raksasa sekolah.“oh
ya, aku akan ke klinik sekolah dulu, kurasa perban di tangan ku sedikit
mengganggu ku” kata petter dan langsung berlari ke klinik sekolah.
TO BE CONTINUED
(review please)

0 komentar
Post a Comment