Sunday, March 24, 2013

Club Detective School (part6)

Setelah kejadian itu, petter, joe, dan rey berteman baik. Joe dan rey selalu menjenguk petter setiap mereka ada waktu kosong. Tak hanya ke dua sahabat nya saja yang datang menjenguk, tetapi murid-murid lain pun yang menjadi penggemar nya banyak yang datang menjenguk nya.
Baru tiga hari saja petter sudah harus meletakkan di tempat tidur sebelah untuk semua tumpukan coklat, buah-buahan, bunga, dan kartu ucapan. Hari ini petter sudah bisa kembali ke asrama. Ia bingung sekali bagai mana membawa semua barang-barang itu. Akhirnya semua nya di masukkan ke plastik atas usul bu laura karena Bu laura tak ingin petter meninggalkan itu semua di klinik.
Berhubung tangan kanan nya masih begitu sakit, ia hanya membawa plastik yang berisi kartu ucapan dan bunga, sedang kan rey membawa plastik berisi tumpukan buah-buahan, dan joe membawa plastik dengan tumpukan coklat.
“petter, kurasa kita bisa membuat toko coklat dan buah-buahan dengan semua ini” kata joe sambil meringis karena keberatan membawa coklat nya, berat coklat-coklat itu mungkin sekitar 20 kg. “usul yang bagus” jawab petter dengan wajah meledek.
Mereka langsung menuju ke asrama mereka. Untung saja mereka tidak berpapasan dengan siapapun sehingga langkah mereka lancar menuju asrama. Penjaga pintu asrama melihat mereka bertiga. “selamat sore, ini petter kan ? lama tak terlihat” katany tersenyum ramah. “iya, beberapa hari ini berlibur di klinik” penjaga pintu itu membantunya untuk naik ke pintu. Pintu nya memang sengaja di buat jauh dari lantai.sehingga mereka harus memanjat untuk bisa ke pintu.
“terimakasih” kata petter. Penjaga itu menutup pintu nya dan kembali berjaga. Ketika masuk ke asrama ternyata semua menyambutnya dengan hangat. Mereka membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut kesembuhan petter. Jordan dan jerry berhasil membawa banyak sekali makanan dari dapur. “wah, ada pesta ya ? sepertinya kalian senang sekali aku tak ada disini” kata petter bergurau. “ iya, tahu kah kamu petter, selama kau tak ada kami membuat pesta meriah” jerry menanggapi guaruan petter yang langsung di sambut tawa oleh semua yang ada di situ.
“bagaimana kondisi mu petter” tanya anak kelas satu yang bernama kiky, anak itu berambut keriting dan ada bintik-bintik merah di pipi nya. “baik, tangan ku tak sampai copot, jadi tenang saja” kiky tertawa mendengar jawaban petter. “oh iya, aku tambahkan lagi makanannya, ini ada berkotak-kotak coklat, dan juga ada buah-buahan. Siapa yang mau ? petter sudah merelakannya untuk kita” teriak joe sambil mengeluarkan kotak-kotak coklat yang ada di plastik dan langsung di serbu oleh anak-anak yang lain.
Buah-buahan nya pun tak kalah dengan coklat itu yang langsung ludes habis. “seharusnya kalian datang menjengukku, pasti akan ku beri oleh-oleh satu kotak coklat” gurau petter yang di sambut tawa oleh teman-temannya.
“petter, sebaiknya kau istirahat saja, wajah mu masih pucat” kata rey yang langsung di benarkan oleh joe. “ aku masih mau disini, baiklah aku akan rebahan di sofa itu” petter langsung merebahkan diri di sofa itu sambil melihat teman-temannya.
Jordan dan jerry tampak konyol dengan mengenakan wig berwarna pink cerah dan mengenakan daster milik salah satu murid putri, wajah nya di coret-coret sehingga mirip sekali dengan badut.
Di pojok ruangan tampak tristan dan sam asyik bermain catur. Sedangkan joe dan rey asyik melempari badut kembar dengan kulit jeruk. Suasa di asrama sungguh kacau, sampah di mana-mana, suara triakan dimana-mana, seperti nya mereka benar-benar sedang berpesta.
Pesta mereka terhenti ketika Pak Thom muncul dengan baju dan topi tidur nya. Pada pukul 2 pagi. Untuk mendesak mereka untuk segera tidur.. “aku tahu. Kalian semua sangat senang dengan kesembuhan petter sama hal nya seperti ku. Tapi sekolah ini tak akan merayakan ini dengan meliburkan kalian semua besok ! segeralah tidur, kalian bisa ke siangan dan mengantuk di kelas !”
Tanpa di suruh dua kali mereka semua berjalan menuju kamar mereka masing-masing. Petter yang memang tertidur di sofa di bangun kan untuk pindah ke kamar nya. “ada apa ini ?” tanya petter kepada joe. “tidak, kau harus pindah ke kamar mu” jawab joe singkat. Petter berjalan sempoyongan menuju kamar nya. Kepalanya begitu pusing.
Petter dan joe menaiki tangga untuk ke kamar mereka. Petter yang masih mengantuk ingin segera tiba di tempat tidur nya. Setelah menutup kelambunya ia mengucapkan selamat malam kepada teman-teman nya dan langsung kembali tidur pulas.
Di pagi berikutnya matahari bersinar begitu cerah nya, cahaya matahari langsung masuk menerobos ke kelambu petter, petter terbangun, ia memijat-mijat kepalanya yang masih terasa pusing, tangan nya masih di balut perban. Ia turun dari tempat tidur nya. Ia memandang jam yang ada di mejanya. Ternyata sudah pukul 6 pagi. Ia berdiri dan langsung mengambil handuk nya dan pergi ke kamar mandi.
Setelah keluar kamar mandi ia melihat teman-temannya ternyata sudah bangun dan sedang merapihkan tempat tidur mereka. “hey petter, hari ini ada pemilihan tim basket asrama, kau pasti tak akan melewatkan kesempatan ini kan ?” sam bertanya sambil menepuk pundak nya. “ tangan ku masih sedikit sakit, tapi aku akan mengikuti sleksi nya nanti. Kau sendiri bagaimana ?” tanya petter balik. “aku ingin, tapi aku tak bisa” kata nya. “kan belum mencoba ? kenapa bilang tidak bisa ?” tanya petter sambil mengenakan dasinya. “aku terkena asma sejak kecil” jelas nya. “oh begitu,walaupun kau tak bisa berolah raga, ku rasa kau bisa menyalurkan bakat mu untuk bermain catur. Aku melihat permainan mu semalam. Dan kurasa cukup bagus” hibur petter. “ah kau serius ? baiklah aku akan masuk ke club catur” katanya girang, ia mengambil handuk dan segera ke kamar mandi.
 Petter tidak bohong mengenai permainan catur sam, pemuda itu memang terlalu lemah, berjalan pun dia bisa jatuh tanpa sebab apapun, pelupa nya minta ampun. Tetapi dia sangat berbakat dalam hal catur, semalam ia melihat nya bermain, dalam beberapa langkah saja dia berhasil melumpuhkan lawan nya.
Petter langsung keluar menuju ruang keluarga asrama tanpa bersusah payah menyisir rambutnya, ia akan menunggu joe dan rey di sana. Ketika ia turun ternyata sudah ada rey di sana siap dengan buku-buku nya. Rey memang sangat pintar dalam hal pelajaran formal. Tetapi untuk hal penyelidikan ia masih kalah dengan petter yang memiliki kemampuan berfikir yang logis.
“pagi, sedang apa kau ?” tanya petter dan langsung duduk di sebelah rey tanpa permisi. “pagi juga. Aku sedang menunggu mu dan joe” jawab nya tersenyum.
“oh begitu”
“bagaimana dengan tangan mu ?” tanya rey cemas.
“sudah baikkan, masih sedikit perih sih, tapi tak perlu cemas” jelas petter.
“tapi ini semua salah ku”.
“ah kita ambil hikmah nya saja. Karena hal ini kita bisa bersahabatkan ?” petter menepuk pundak sahabat nya itu. Joe turun ke ruang keluarga asrama dan segera bergabung dengan mereka. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7, mereka langsung bergegas ke aula untuk makan pagi.
“coba tebak menu makan pagi ini apa ?” tanya joe. “hhmmm apa ya ? ikan bakar dengan kentang goreng dan tumis kangkung.. hmmm pasti lezat sekali.” petter membasahi bibirnya dengan air liurnya. “ah pasti ayam bakar, sayur asam, dan sambal” rey pun melakukan hal yang sama dengan bibir nya seperti yang dilakukan petter. “hey hey kalian, kalian kan di minta untuk menebak, bukan membayangkan seperti itu.” Kata joe sedikit kesal. “aahhh menebak dengan menghayal itu tak jauh beda hahah” kata petter yang langsung di sambut anggukan setuju oleh rey. “terserah kalian aja deh” kata joe dengan wajah yang datar.
Mereka tiba di aula. Ternyata sudah ramai sekali di sana.
“hallo petter” sapa jordan, “hallo jisy, hallo rey mount evrest” di belakanganya muncul jerry. “berhenti memanggil ku jisy” bentak joe. Tetapi jordan dan jerry tak menanggapi nya. “hey petter, kau tertarik untuk bermain basket ?” tanya nya.
“ iya aku ingin sekali mengikuti sleksi nanti, apakah kalian juga pemain ?”
“tentu, kami berdua guard”

TO BE CONTINUED
(review please)


0 komentar

Post a Comment