Setelah
kejadian itu, petter, joe, dan rey berteman baik. Joe dan rey selalu menjenguk
petter setiap mereka ada waktu kosong. Tak hanya ke dua sahabat nya saja yang
datang menjenguk, tetapi murid-murid lain pun yang menjadi penggemar nya banyak
yang datang menjenguk nya.
Baru
tiga hari saja petter sudah harus meletakkan di tempat tidur sebelah untuk
semua tumpukan coklat, buah-buahan, bunga, dan kartu ucapan. Hari ini petter
sudah bisa kembali ke asrama. Ia bingung sekali bagai mana membawa semua
barang-barang itu. Akhirnya semua nya di masukkan ke plastik atas usul bu laura
karena Bu laura tak ingin petter meninggalkan itu semua di klinik.
Berhubung
tangan kanan nya masih begitu sakit, ia hanya membawa plastik yang berisi kartu
ucapan dan bunga, sedang kan rey membawa plastik berisi tumpukan buah-buahan,
dan joe membawa plastik dengan tumpukan coklat.
“petter,
kurasa kita bisa membuat toko coklat dan buah-buahan dengan semua ini” kata joe
sambil meringis karena keberatan membawa coklat nya, berat coklat-coklat itu
mungkin sekitar 20 kg. “usul yang bagus” jawab petter dengan wajah meledek.
Mereka
langsung menuju ke asrama mereka. Untung saja mereka tidak berpapasan dengan
siapapun sehingga langkah mereka lancar menuju asrama. Penjaga pintu asrama
melihat mereka bertiga. “selamat sore, ini petter kan ? lama tak terlihat”
katany tersenyum ramah. “iya, beberapa hari ini berlibur di klinik” penjaga
pintu itu membantunya untuk naik ke pintu. Pintu nya memang sengaja di buat
jauh dari lantai.sehingga mereka harus memanjat untuk bisa ke pintu.
“terimakasih”
kata petter. Penjaga itu menutup pintu nya dan kembali berjaga. Ketika masuk ke
asrama ternyata semua menyambutnya dengan hangat. Mereka membuat pesta
kecil-kecilan untuk menyambut kesembuhan petter. Jordan dan jerry berhasil
membawa banyak sekali makanan dari dapur. “wah, ada pesta ya ? sepertinya
kalian senang sekali aku tak ada disini” kata petter bergurau. “ iya, tahu kah
kamu petter, selama kau tak ada kami membuat pesta meriah” jerry menanggapi
guaruan petter yang langsung di sambut tawa oleh semua yang ada di situ.
“bagaimana
kondisi mu petter” tanya anak kelas satu yang bernama kiky, anak itu berambut
keriting dan ada bintik-bintik merah di pipi nya. “baik, tangan ku tak sampai
copot, jadi tenang saja” kiky tertawa mendengar jawaban petter. “oh iya, aku
tambahkan lagi makanannya, ini ada berkotak-kotak coklat, dan juga ada
buah-buahan. Siapa yang mau ? petter sudah merelakannya untuk kita” teriak joe
sambil mengeluarkan kotak-kotak coklat yang ada di plastik dan langsung di
serbu oleh anak-anak yang lain.
Buah-buahan
nya pun tak kalah dengan coklat itu yang langsung ludes habis. “seharusnya
kalian datang menjengukku, pasti akan ku beri oleh-oleh satu kotak coklat”
gurau petter yang di sambut tawa oleh teman-temannya.
“petter,
sebaiknya kau istirahat saja, wajah mu masih pucat” kata rey yang langsung di
benarkan oleh joe. “ aku masih mau disini, baiklah aku akan rebahan di sofa
itu” petter langsung merebahkan diri di sofa itu sambil melihat teman-temannya.
Jordan
dan jerry tampak konyol dengan mengenakan wig berwarna pink cerah dan
mengenakan daster milik salah satu murid putri, wajah nya di coret-coret
sehingga mirip sekali dengan badut.
Di
pojok ruangan tampak tristan dan sam asyik bermain catur. Sedangkan joe dan rey
asyik melempari badut kembar dengan kulit jeruk. Suasa di asrama sungguh kacau,
sampah di mana-mana, suara triakan dimana-mana, seperti nya mereka benar-benar
sedang berpesta.
Pesta
mereka terhenti ketika Pak Thom muncul dengan baju dan topi tidur nya. Pada
pukul 2 pagi. Untuk mendesak mereka untuk segera tidur.. “aku tahu. Kalian
semua sangat senang dengan kesembuhan petter sama hal nya seperti ku. Tapi
sekolah ini tak akan merayakan ini dengan meliburkan kalian semua besok !
segeralah tidur, kalian bisa ke siangan dan mengantuk di kelas !”
Tanpa
di suruh dua kali mereka semua berjalan menuju kamar mereka masing-masing.
Petter yang memang tertidur di sofa di bangun kan untuk pindah ke kamar nya.
“ada apa ini ?” tanya petter kepada joe. “tidak, kau harus pindah ke kamar mu”
jawab joe singkat. Petter berjalan sempoyongan menuju kamar nya. Kepalanya
begitu pusing.
Petter
dan joe menaiki tangga untuk ke kamar mereka. Petter yang masih mengantuk ingin
segera tiba di tempat tidur nya. Setelah menutup kelambunya ia mengucapkan
selamat malam kepada teman-teman nya dan langsung kembali tidur pulas.
Di
pagi berikutnya matahari bersinar begitu cerah nya, cahaya matahari langsung
masuk menerobos ke kelambu petter, petter terbangun, ia memijat-mijat kepalanya
yang masih terasa pusing, tangan nya masih di balut perban. Ia turun dari
tempat tidur nya. Ia memandang jam yang ada di mejanya. Ternyata sudah pukul 6
pagi. Ia berdiri dan langsung mengambil handuk nya dan pergi ke kamar mandi.
Setelah
keluar kamar mandi ia melihat teman-temannya ternyata sudah bangun dan sedang
merapihkan tempat tidur mereka. “hey petter, hari ini ada pemilihan tim basket
asrama, kau pasti tak akan melewatkan kesempatan ini kan ?” sam bertanya sambil
menepuk pundak nya. “ tangan ku masih sedikit sakit, tapi aku akan mengikuti
sleksi nya nanti. Kau sendiri bagaimana ?” tanya petter balik. “aku ingin, tapi
aku tak bisa” kata nya. “kan belum mencoba ? kenapa bilang tidak bisa ?” tanya
petter sambil mengenakan dasinya. “aku terkena asma sejak kecil” jelas nya. “oh
begitu,walaupun kau tak bisa berolah raga, ku rasa kau bisa menyalurkan bakat mu
untuk bermain catur. Aku melihat permainan mu semalam. Dan kurasa cukup bagus”
hibur petter. “ah kau serius ? baiklah aku akan masuk ke club catur” katanya
girang, ia mengambil handuk dan segera ke kamar mandi.
Petter tidak bohong mengenai permainan catur
sam, pemuda itu memang terlalu lemah, berjalan pun dia bisa jatuh tanpa sebab
apapun, pelupa nya minta ampun. Tetapi dia sangat berbakat dalam hal catur,
semalam ia melihat nya bermain, dalam beberapa langkah saja dia berhasil
melumpuhkan lawan nya.
Petter
langsung keluar menuju ruang keluarga asrama tanpa bersusah payah menyisir
rambutnya, ia akan menunggu joe dan rey di sana. Ketika ia turun ternyata sudah
ada rey di sana siap dengan buku-buku nya. Rey memang sangat pintar dalam hal
pelajaran formal. Tetapi untuk hal penyelidikan ia masih kalah dengan petter
yang memiliki kemampuan berfikir yang logis.
“pagi,
sedang apa kau ?” tanya petter dan langsung duduk di sebelah rey tanpa permisi.
“pagi juga. Aku sedang menunggu mu dan joe” jawab nya tersenyum.
“oh
begitu”
“bagaimana
dengan tangan mu ?” tanya rey cemas.
“sudah
baikkan, masih sedikit perih sih, tapi tak perlu cemas” jelas petter.
“tapi
ini semua salah ku”.
“ah
kita ambil hikmah nya saja. Karena hal ini kita bisa bersahabatkan ?” petter
menepuk pundak sahabat nya itu. Joe turun ke ruang keluarga asrama dan segera
bergabung dengan mereka. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7, mereka
langsung bergegas ke aula untuk makan pagi.
“coba
tebak menu makan pagi ini apa ?” tanya joe. “hhmmm apa ya ? ikan bakar dengan
kentang goreng dan tumis kangkung.. hmmm pasti lezat sekali.” petter membasahi
bibirnya dengan air liurnya. “ah pasti ayam bakar, sayur asam, dan sambal” rey
pun melakukan hal yang sama dengan bibir nya seperti yang dilakukan petter.
“hey hey kalian, kalian kan di minta untuk menebak, bukan membayangkan seperti
itu.” Kata joe sedikit kesal. “aahhh menebak dengan menghayal itu tak jauh beda
hahah” kata petter yang langsung di sambut anggukan setuju oleh rey. “terserah
kalian aja deh” kata joe dengan wajah yang datar.
Mereka
tiba di aula. Ternyata sudah ramai sekali di sana.
“hallo
petter” sapa jordan, “hallo jisy, hallo rey mount evrest” di belakanganya
muncul jerry. “berhenti memanggil ku jisy” bentak joe. Tetapi jordan dan jerry
tak menanggapi nya. “hey petter, kau tertarik untuk bermain basket ?” tanya
nya.
“
iya aku ingin sekali mengikuti sleksi nanti, apakah kalian juga pemain ?”
“tentu,
kami berdua guard”
TO BE CONTINUED
(review please)

0 komentar
Post a Comment