Thursday, March 21, 2013

Club Detective School (part3)


Pak Oskar berdiri dan berdeham di microfon nya, semua murid-murid terdiam. “murid-murid kelas satu harus tahu, kalian di izinkan untuk pergi ke desa west wood, tetapi dengan catatan jangan pernah kalian bermain di hutan. Jika kalian hilang, kalian tak bisa kembali lagi ke sini, dan jika bermain ke laut jangan jangan sampai ke tengah laut. Kalian semua anak-anak yang pintar pasti mengerti kan dengan ucapan ku ?” matanya langsung terarah ke si kembar sandy. Mereka pun hanya nyengir lebar. semua anak kelas satu mengangguk Mengerti.
“Pemilihan pemain basket asrama akan di adakan minggu depan jadi bersiap-siaplah, oke pesta sudah selesai, kalian bisa kembali ke asrama kalian, ketua asrama, mohon bantuannya.” Dada jodi terbusung. Dan dalam sedetik kemudian ke empat ke tua asrama di sibukkan dengan mengatur anak-anak baru. “asrama andromeda ke sini” terdengar suara jodi di antara suara suara lain. Langsung saja anak-anak kelas satu membuntut di belakang ketua asram mereka.
Asrama andromeda ada di salah satu puncak kastil ini . Mereka harus menaiki puluhan anak tangga untuk sampai ke asrama. Sampailah mereka di asrama. Asrama nya sudah seperti rumah sendiri. Ada ruang keluarga, ada dapur, kamar mandi dan ada tangga yang bercabang, ternyata kamar laki-laki di sebelah kanan, dan kamar anak perempuan di sebelah kiri. Semua nya serba hijau, sama seperti dasi yang mereka pakai.
Karena sudah terlalu lelah mereka semua tak ada yang melanjutkan pesta nya di asrama. Tetapi langsung menuju kamar masing-masing. satu kamar ada 10 tempat tidur. Semua berwarna hijau. Dan ternyata semua koper-koper mereka sudah ada di depan tempat tidur mereka masing-masing. Setiap tempat tidur di lengkapi dengan sebuah mejea, sedang kan lemari bergabung dengan tempat tidur mereka, lemari nya di buat seperti bagasi mobil sedan.  Petter sekamar dengan anak kelas satu lainnya. Tak ada yang banyak bicara. Mereka semua berganti pakaian dan langsung tertidur. tempat tidur petter terletak di sebelah jendela. Ia bisa melihat pantai dari tempat tidurnya.
“makanannya enak sekali ya” kata joe dari balik kelambu nya, tempat tidurnya ada di sebelah tempat tidur petter.
Mereka tidur begitu nyenyak nya. Petter bahkan bermimpi mengenakan lencana detective nya. Ia bermimpi memecahkan kasus-kasus bersama dengan sahabat baru nya..joe
 
Cuaca ke-esokan paginya ternyata sama sekali tidak nyaman.langit di selimuti awan tebal. dan matahari seakan-akan enggan bersinar. Petter melihat ke tempat tidur joe, ternyata ia masih nyenyak, petter mendengar joe bergumam “yey, kita masuk” ternyata ia masih terbawa dengan pesta kemarin malam.
petter turun dari tempat tidur nya dan ternyata teman-teman nya belum ada yang bangun. Ia bergegas pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian, ia mengenakan kaos berwarna putih dan mengenakan jaket asrama nya yang berwarna hijau, ia mengenakan celana jean’s hitam dan memakai sepatu kat berwarna putih, rambutnya yang sedikit basah di biarkannya begitu saja yang justru membuat nya semakin keren.
Ia melihat arloji nya, ternyata masih pukul 6.15. “terlalu pagi untuk keluar kastil.” Fikirnya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke ruang keluarga asrama. Ternyata tak ada siapa-siapa. Sepertinya belum ada yang bangun.
Ia duduk di salah satu kursi di situ. Ia ingin sekali berkeliling kastil ini. Tiba-tiba saja seseorang masuk ke asrama. Petter langsung berdiri dan memasang kuda-kuda untuk berkelahi, kalau-kalau yang masuk adalah orang jahat.
Ternyata yang masuk adalah Pak Thom. “ah, Pak Thom, saya kira siapa. Ada yang bisa saya bantu ?” tanya petter. “ehm tidak, saya hanya ingin mengecek kalian semua, saya kepala asrama ini” katanya tersenyum manis, jauh berbeda pada saat pertama kali bertemu saat test. “sedang apa kau ?” tanya nya. “ehm, sedang duduk.” Jawabnya polos.
“kau terlalu rajin. Bagaimana kalau kita berkeliling kastil saja ?” tawar Pak Thom yang langsung di sambut senang oleh petter. “ah dengan senang hati” jawab petter.
Pak Thom mengajak nya ke taman sekolah. Taman sekolah ini memang sangat indah, banyak sekali burung-burung liar berterbangan, kupu-kupu dengan warna-warna yang indah hinggap di bunga-bunga yang di tanam di taman itu, terdapat beberapa kursi di bawah pohon yang sangat rindang, tempat duduk itu menghadap ke arah aliran sungai. Terdapat sungai alami di sekolah ini dan ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah.
“wah indah sekali di sini, ternyata dimana-mana air ya ? ada danau, sungai kecil, bahkan laut pun ada haha” Pak Thom ikut tertawa. “hmm iya, dan semua air itu begitu indah” kata Pak Thom menambahkan.
“kau mirip sekali dengan ayah mu” pak Thom memulai percakapn ketika mereka duduk di sebuah kursi di bawah pohon. “ah ? Pak thom Kenal ayah saya ?” tanya petter. “tentu, kami berteman baik di sini, kami juga adalah anggota club detective, saya, ayah mu, dan Pak Oscar. Ayah mu sukses menjadi kapolri, Pak Oscar sukses menggantikan Pak Samuel menjadi kepala sekolah, dan saya sendiri dulu nya adalah seorang komisaris polisi, tetapi karna suatu hal saya berhenti dan di minta untuk menjadi wakil Pak Oscar.”
 Petter mendengarkan Pak Thom dengan begitu minat. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7. “sudah waktu nya makan pagi, ayo kita ke aula” ajak Pak Thom. “berbicara dengan mu, cukup mengobati rindu ku pada ayah mu” kata Pak Thom tersenyum. “maaf, kenapa Pak Thom tidak ke rumah saja ? ayah selalu ada di rumah.” Petter mengusul kan. “ah, lain kali mungkin bisa” katanya sambil menepuk pundak petter dan berjalan ke arah meja makan para guru.
Petter pun berjalan mencari-cari seseorang yang ia kenal,sejauh ini ia hanya berpapasan dengan rombongan anak-anak kelas 3, tak ada rombongan anak kelas satu. Ia terus mencari dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke asrama nya kalau ia tak menemukan anak kelas satu.
Tak lama kemudian ia melihat joe dan anak-anak asrama andromeda lainnya yang terlihat sangat kacau. Petter berlari ke arah mereka semua. “hay, aku mencari kalian dari tadi” senyum petter langsung menghilang karena melihat respon teman-temannya. “kamu itu dari mana saja ? kami mencari mu dari setengah jam yang lalu” jodi langsung memarahinya.
“ma..maaf.. Pak Thom tadi ke asrma dan mengajakku untuk berkeliling kastil” petter menunduk menyesal. “ haa ? pak Thom ? ke asrama ? tidak biasanya” wajah teman-teman nya menghangat lagi. “i..iya..”jawab petter tergugup. “baiklah lain kali kau bisa tinggalkan pesan suapaya kami tak perlu khawatir” jodi tersenyum. “iya, maaf kan aku sudah membuat kalian semua khawatir” sesal petter.
Mereka pun berjalan ke arah meja makan. “hey kok bisa Pak Thom mengajak mu berkeliling ?” tanya joe semangat. “dia bilang, dia teman ayah ku sewaktu di sini” petter menceritakan semua yang di ceritak Pak Thom kepadanya tadi pagi.


TO BE CONTINUED
(review please)

0 komentar

Post a Comment