cha-cha bingung kapan cha-cha
pernah berfoto dengan nya. “kok ada foto ku ?” akhirnya cha-cha bertanya karna
benar-benar penasaran. “ yaampun cha, lo ini pelupa tingkat akut ya ? lo lupa
gue ya ? ini gue, Lee, teman kecil lo waktu elo tinggal di singapura. Sudah
lupa ? sedangkan yang itu yang satunya Ang Ser Kian, kita biasa manggil dia
Ang, dia adik gue,kalian satu sekolah bahkan satu kelas, masa elo lupa sih ?
hahaha” dia menjelaskan dan berhasil membuat cha-cha dan bu ria bengong. Tapi
cha-cha sangat menikmati situasi ini dimana bisa membuat bu ria tampak seperti
kerbau yang sedang berendam di lumpurnya “ooohhh, pantesan, kok muka lo kayak
nya familiar banget, muka lo banyak berubah Lee,haha gimana apa kabar lo ?”
cha-cha yang baru ingat dia adalah sahabat lama nya langsung histeris, dia
memang sahabat lama cha-cha. Orang tua mereka kenal dekat, dan seperti di rencanakan,
selalu di tugaskan di tempat yang sama. mereka berdua lahir di singapura,
karena orang tua mereka memang berkebangsaan singapura. tapi mereka di besarkan
di indonesia karna kebetulan orang tua mereka mendapat tugas di indonesia.
Sekarang orang tua cha-cha di tugaskan ke thailand, tetapi cha-cha menetap di
indonesia dengan alasan tidak ingin terus-terusan berpindah-pindah sekolah.
Menurut nya susah menyesuaikan diri lagi jika terus-terusan berpindah-pindah
seperti itu. bu ria makin bengong melihat mereka berdua. “hahah baik, ah elo
ini payah sahabat sendiri di lupain, emang gue berubah gimana ? makin cakep ya
? hahha” dia masih tertawa. “g usah kepedean deh, jangan-jangan elo sengaja ya
milih sekolah gue untuk pengabdian ? kenapa elo g bilang dari tadi kalo elo itu
Lee” cha-cha langsung meghujani pertanyaan-pertanyaan kepadanya. “aduh
satu-satu dong tanya nya, kenapa gue pilih sekolah itu, karna sekolah elo kan
sekolah favorit cha, masalah bilang apa g, kan gue udah bilang di awal kelas,
kalo nama gue Lee Ser Kian atau biasa di panggil lee, masa elo g paham ? payah
ni cha-cha hahah” katanya terkikik. “g lucu tau,eh apa kabar Ang ?” .cha-cha
pun baru ingat tentang Ang, dia adalah adik dari Lee,dia seumuran dengan
cha-cha, sangat jauh berbeda dengan Lee, Lee lebih pendiam sedangkan Ang,ampun
! dulu cha-cha sering di buatnya menangis “hmm Ang baik”.
“oh,sekolah dimana dia ?”
“ masi sama di sekolah yang lama”
katany sambil tetap tersenyum
“masi kayak dulu g dia ?” tanya
cha-cha .
“kayak dulu ?maksudnya ?”
“ya,masih jail gak”tanycha-cha .
“hahah ya masih seperti itulah,hyper active hahaha” mereka pun tertawa. Mereka
sama sekali menganggap bu ria tidak ada di antara mereka “eh,nyokap bokap lo
tugas dimana sekarang ?” tanya cha-cha. “di singapura baru kali ini ya orang
tua kita pisah hahaha”mereka tertawa keras. “eh iya cha, makan yuk ?” cha-cha
pun mengiyakan tawarannya karna cha-cha pun merasa perut nya sudah menuntut
untuk di isi. “eh, bu ria ikut ya ?” kata bu ria yang kini mulai kembali berkicau.
“err ? oke bisa bu” kata lee tapi dari suaranya tampaknya tak menginginkan
kehadiran bu ria.
Tiba- tiba
hand phone cha-cha bergetar menandakan ada panggilan masuk. “hallo ?,oh iya”
cha-cha menutup obrolan singkat tersebut. “ Lee, maaf gue nggak bisa nemenin
elo makan, gue harus pulang, barusan orang rumah nelpon minta gue cepet pulang,
maaf ya ?” cha-cha melihat ke arah Lee dan dia tersenyum getir.karena jika
cha-cha nggak bisa dia harus makan bareng bu ria, “oh iya, gue makan di rumah
aja, gue lupa kalo gue harus beres-beres rumah baru gue, kita langsung kerumah
elo ya” seketika tidak ada perbincangan lagi di antara rumah baru gue, kita
langsung kerumah elo ya” seketika tidak ada perbincangan lagi di antara di
curigain gitu, kakak kesini mau tau kabar kamu secara langsung aja, uda 3th
kamu g pulang ke singapura, apa enaknya sih tinggal disini ?” tanya nya serius,
dia pun menutup buku tebalnya itu dan menoleh ke arah cha-cha. “enaknya d sini
tentram aja”jawab cha-cha seadanya. “bukannya lebih tentram di singapura, kamu
malah milih study di sini, padahal jelas-jelas di singapura lebih bagus
pendidikannya, lagian disini tentram apanya, disini kan nggak aman tingkat
kriminalitasnya tinggi, mana kata para pekerja kamu lebih pilih naik angkutan
umum dari pada mobil sendiri ? angkutan umum disini g aman banyak copet”
katanya panjang lebar. “kalo semua orang naik mobil pribadi, polusi
dimana-mana, macet g kira-kira” kata cha-cha sambil berjalan ke arah kamar nya,
ingin rasanya menyudahi perdebatan ini “berapa lama kakak disini ?”tanycha-cha
sambil terus berjalan dan kak dev mengikuti “6 bulan,kakak ada penelitian di
sini”dan dia berbelok ke arah taman belakang rumah,cha-cha pun masuk ke kamar
cha-cha. Cha-cha merebahkan diri di tempat tidur nya tanpa bersusah payah
mengganti baju sekolah nya,cha-cha menatap langit-langit kamar nya yang di buat
seperti langit pada malam hari.suasana kamar nya di buat sedemikian mugkin
bernuansa dunia sihir harry potter karena kebetulan cha-cha penggemar berat
harry potter. Lampu tidur nya berbentuk labu hallowen, wallpaper dinding nya
bergambar kastil hogwarts1, sprai tempat tidur nya bermotif logo sekolah
hogwarts, di sudut ruangan cha-cha menempatkan tiruan firebolt2,
dinda,karen,dan dea sangat tidak menyukai kamar cha-cha karena terlalu seram
dan berusaha membujuk cha-cha untuk mau merubah kamar nya. Tak sadar cha-cha
pun tertidur dengan baju sekolah masih melekat di badannya. “dek bangun,ada
temen-temenmu tuh” cha-cha terbangun,dan baru ingat kalo kak dev memang ada
disini. “suruh masuk kesini aja kak” cha-cha masih setengah sadar dan
mengingat-ingat kejadian sebelumnya. “chaaaa, itu yang di luar siapa ???” kataa
dea sambil menggoyang-goyangkan badan cha-cha agar cha-cha cepat sadar dari tidur
nya . “yg mana sih ?” kata nya masih setengah sadar. “yang itu, yang nyuruh
kita ke kamar lo,cakeeppp bangett” kata dinda g kalah hebohnya, “ ada cowo
cakep ga ngasih tau nih” karen menambahkan. Cha-cha yang bingung pun langsung
tersadar, kak dev mungkin yang mreka maksud “ oh itu, kakak ku, dev pettel
namanya” jawab nya seadanya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk berganti
pakaian.
Note : 1 Hogwarts
adalah sekolah sihir di film/novel harry potter 2 Jenis sapu terbang milik
harry potter
“Kenalin ke kita dong cha ?” dea
yg memang g bisa ngliat orang cakepp sedikit heboh. “iya nanti ya” kata cha-cha
sambil berjalan dan melemparkan seragam ku ke ttempat baju kotor.”cha kapan sih
lo ngerubah suasana kamar lo ? serem tau kamar lo”dea brkata sambil menatap
sekeliling. “gini aja bagus. Eh kesini kok nggak ngasi tau dulu sih ?’’ cha-cha
berjalan menuntun mereka untuk ke tempat kak dev. “udah, coba di cek hand phone
lo,kami tadi udah berkali-kali nelpon elo, nggak di angkat, sms juga nggak di balas”
karen menjelaskan sambil cemberut. “apa iya ? gue nggak megang hand phone,
nggak tau hand phone nya di mana hahahha” cha-cha tertawa melihat ekspresi
mereka, “ya ampun cha, terus apa guna nya lo punya hand phone ?” karen makin
cemberut, bibir nya maju dan menurut cha-cha bibir angsa pun kalah.cha-cha pun
hanya menanggapinya dengan tertawa. Mereka terus berjalan mencari kak dev,
ternyata kak dev ada di taman blakang rumah sedang membaca bukunya. “kak, sibuk
nggak ? ikut main yuk ? sambil keliling-kelilling daerah sini.” Cha-cha berbasa
basi, cha-cha hanya berharap kak dev menolaknya, karna jujur saja cha-cha tidak
terlalu paham daerah sini, tempat yang sering cha-cha kunjungi hanya sekolah,
mall, dan toko buku saja. Selebihnya cha-cha tidak tau,karna cha-cha lebih suka
berada di rumah dari pada main-main g jelas. “hmm, boleh, yuk, kakak ganti baju
dulu ya” katanya sambil menutup bukunya dan berjalan ke dalam rumah. “Mampus,
mau ku ajak kemana dia ?” fikirnya. padahal cha-cha hanya ingin mengenalkan kak
dev dengan ke tiga teman nya tetapi sepertinya kak dev acuh tak acuh terhadap
kehadiran mreka bertiga. “aduh, mau kemana nih ya ? gue nggak begitu paham
daerah sini” cha-cha mulai bingung. “ajak aja k mall cha” kata dinda dengan
santai. Karena tak ada pilihan lain, mereka pun berangkat ke mall. Kak dev yang
menyetir mobil mereka. Cha-cha duduk di sebelahnya dan mreka bertiga duduk di
belakang. Cha-cha pun mengenalkan ke tiga sahabat nya ke kak dev. Dan dalam
waktu beberapa menit saja kak dev sudah bisa menyesuaikan diri. Sepanjang
perjalanan tidak ada yang bisa menutup mulut. Semuanya sibuk berceloteh
membahas bermacam-macam yang bisa di jadikan bahan obrolan. “eh, gue ada cerita
tentang bu ria ni, di jamin deh bikin kalian ngakak hahaha” teman-teman nya
langsung terdiam. “kenapa cha sama bu ria ?” dinda penasaran. “hahah tadi gue
pulang bareng Mr. Lee .......” cha-cha pun menceritakannya panjang lebar,
cha-cha menceritakan semua nya,terkecuali masalah lee sahabat lama nya. dinda,
dea,karen bahakan kak dev pun tertawa terpingkal-pinkal. “eh serius cha ?” dea
bertanya sambil memegang perut nya karena sakit tertawa. “gue nggak bisa
bayangin tampangnya cha hahahahahhaha” karen tertawa sampai jatuh dari tempat
duduk nya. Sesampainya di mall mereka langsung mencari tempat parkiran dan
sepakat mencari tempat untuk makan.mereka pun langsung menuju ke chines food.
“eh, itu bukannya Mr. Lee ya ?” dinda berbicara sambil menunjuk ke arah tempat
mereka akan makan. Ternyata benar dia ada di sana sedang duduk mungkin sedang
menunggu makanannya.
Mereka pun berjalan ke arah nya
berniat makan bareng dengan nya karna karen ngotot mau makan bareng dengan Lee.
“hey Lee, sendiri aja ? lagi ngapain ?” tanycha-cha sambil menepuk salah satu
pundaknya. Ketiga teman nya bengong, mereka mungkin bingung, cha-cha memanggil
Lee dengan tidak menyebutnya “Mr.”. Lee pun berdiri “oh iya ni,lagi nunggu
makanan,kalian lagi ngapain?.. eh ? kak dev ya ?” Lee langsung menjabat tangan
kak dev. “lho kian, kamu di sini ? apa kabar ?” kak dev membalas jabatan
tangannya.teman-teman nya makin bingung dengan keadaan ini, karna ternyata kak
dev dan Lee saling mengenal. “baik. Ayo silahkan duduk kita bisa makan
bersama-sama” katanya menawarkan, dan mereka semua pun duduk. Mereka memesan
makanan mereka, dan beberapa menit kemudian makanan pun datang. “Lee,bukannya
tadi kamu bilang mau makan di luar?”tanya cha-cha ingat akan ajakannya tadi
sepulang sekolah, “itu kan tadi siang,sekarang udah malam, emang perut gue
nggak perlu di isi lagi ?haha”katanya mejelaskan sambil tertawa. Cha-cha baru
ingat kalo tadi sempat tertidur. “lho jadi kak dev dan Mr. Lee saling mengenal”
dinda pun membuka mulut dan memberanikan diri untuk bertanya. “iya, kami saling
kenal, kami bertetangga singapura. kami kenal baik” kak dev menjawab sambil
tertawa melihat wajah ketiga teman cha-cha yang bingung. “oh gitu, berarti Mr.
Lee kenal chacha juga dong ?” dea bertanya, dan dari wajahnya sepertinya dia
makin bingung dengan semua ini. “iya dong pastinya, chacha ini teman kecil
saya” Lee menjawab sambil tersenyum ke arah cha-cha. “kok elo nggak
bilang-bilang sih cha kalo elo sebenernya kenal Mr. Lee ?” dinda memajukan
bibirnya. “gue juga baru tau tadi siang, gue lupa kalo punya teman seperti dia”
kata cha-cha sambil menunjuk Lee dan semua pun tertawa. mereka pun melanjutkan
makan dengan canda dan tawa. Setelah makan mereka tidak langsung beranjak melainkan
tetap melanjutkan obrolan. “eh apa kabar ang ?” kak dev bertanya. “ang ? baik.
Kok kak dev bisa kenal ?” lee agak bingung, karena kak dev memang lebih sering
berada di nanyang, sedangkan keluarga lee bertetangga dengan rumah cha-cha di
jurong. ”haa ? kenal dong. dia kan temennya cha-cha”
“lhoh, kan kakak jarang ada di
jurong ?”
“iya tapi setiap saya pulang saya
sering liat ang dan kami sering berbincang-bincang”
“oh gitu” lee menjawabnya dengan
nada datar. Mereka pun mulai beranjak
ketika waktu sudah menujukkan pukul 21.00. sudah 2 jam berlalu tak terasa.
Karena sudah
terlalu lelah mereka sepakat untuk tidak kemana-mana melainkan langsung pulang,
cha-cha dan kak dev mengantarkan ketiga sahabat cha-cha ke rumahnya
masing-masing, sedangkan Lee pulang tidak bersama mereka. Sesampai di rumah
cha-cha pun langsung tertidur.
-TO BE CONTINUED-
(review please)
(review please)

0 komentar
Post a Comment