Wednesday, March 20, 2013

Bizzare love 3angel (part3)

cha-cha bingung kapan cha-cha pernah berfoto dengan nya. “kok ada foto ku ?” akhirnya cha-cha bertanya karna benar-benar penasaran. “ yaampun cha, lo ini pelupa tingkat akut ya ? lo lupa gue ya ? ini gue, Lee, teman kecil lo waktu elo tinggal di singapura. Sudah lupa ? sedangkan yang itu yang satunya Ang Ser Kian, kita biasa manggil dia Ang, dia adik gue,kalian satu sekolah bahkan satu kelas, masa elo lupa sih ? hahaha” dia menjelaskan dan berhasil membuat cha-cha dan bu ria bengong. Tapi cha-cha sangat menikmati situasi ini dimana bisa membuat bu ria tampak seperti kerbau yang sedang berendam di lumpurnya “ooohhh, pantesan, kok muka lo kayak nya familiar banget, muka lo banyak berubah Lee,haha gimana apa kabar lo ?” cha-cha yang baru ingat dia adalah sahabat lama nya langsung histeris, dia memang sahabat lama cha-cha. Orang tua mereka kenal dekat, dan seperti di rencanakan, selalu di tugaskan di tempat yang sama. mereka berdua lahir di singapura, karena orang tua mereka memang berkebangsaan singapura. tapi mereka di besarkan di indonesia karna kebetulan orang tua mereka mendapat tugas di indonesia. Sekarang orang tua cha-cha di tugaskan ke thailand, tetapi cha-cha menetap di indonesia dengan alasan tidak ingin terus-terusan berpindah-pindah sekolah. Menurut nya susah menyesuaikan diri lagi jika terus-terusan berpindah-pindah seperti itu. bu ria makin bengong melihat mereka berdua. “hahah baik, ah elo ini payah sahabat sendiri di lupain, emang gue berubah gimana ? makin cakep ya ? hahha” dia masih tertawa. “g usah kepedean deh, jangan-jangan elo sengaja ya milih sekolah gue untuk pengabdian ? kenapa elo g bilang dari tadi kalo elo itu Lee” cha-cha langsung meghujani pertanyaan-pertanyaan kepadanya. “aduh satu-satu dong tanya nya, kenapa gue pilih sekolah itu, karna sekolah elo kan sekolah favorit cha, masalah bilang apa g, kan gue udah bilang di awal kelas, kalo nama gue Lee Ser Kian atau biasa di panggil lee, masa elo g paham ? payah ni cha-cha hahah” katanya terkikik. “g lucu tau,eh apa kabar Ang ?” .cha-cha pun baru ingat tentang Ang, dia adalah adik dari Lee,dia seumuran dengan cha-cha, sangat jauh berbeda dengan Lee, Lee lebih pendiam sedangkan Ang,ampun ! dulu cha-cha sering di buatnya menangis “hmm Ang baik”.
“oh,sekolah dimana dia ?”
“ masi sama di sekolah yang lama” katany sambil tetap tersenyum
“masi kayak dulu g dia ?” tanya cha-cha .
“kayak dulu ?maksudnya ?”
“ya,masih jail gak”tanycha-cha . “hahah ya masih seperti itulah,hyper active hahaha” mereka pun tertawa. Mereka sama sekali menganggap bu ria tidak ada di antara mereka “eh,nyokap bokap lo tugas dimana sekarang ?” tanya cha-cha. “di singapura baru kali ini ya orang tua kita pisah hahaha”mereka tertawa keras. “eh iya cha, makan yuk ?” cha-cha pun mengiyakan tawarannya karna cha-cha pun merasa perut nya sudah menuntut untuk di isi. “eh, bu ria ikut ya ?” kata bu ria yang kini mulai kembali berkicau. “err ? oke bisa bu” kata lee tapi dari suaranya tampaknya tak menginginkan kehadiran bu ria.
Tiba- tiba hand phone cha-cha bergetar menandakan ada panggilan masuk. “hallo ?,oh iya” cha-cha menutup obrolan singkat tersebut. “ Lee, maaf gue nggak bisa nemenin elo makan, gue harus pulang, barusan orang rumah nelpon minta gue cepet pulang, maaf ya ?” cha-cha melihat ke arah Lee dan dia tersenyum getir.karena jika cha-cha nggak bisa dia harus makan bareng bu ria, “oh iya, gue makan di rumah aja, gue lupa kalo gue harus beres-beres rumah baru gue, kita langsung kerumah elo ya” seketika tidak ada perbincangan lagi di antara rumah baru gue, kita langsung kerumah elo ya” seketika tidak ada perbincangan lagi di antara di curigain gitu, kakak kesini mau tau kabar kamu secara langsung aja, uda 3th kamu g pulang ke singapura, apa enaknya sih tinggal disini ?” tanya nya serius, dia pun menutup buku tebalnya itu dan menoleh ke arah cha-cha. “enaknya d sini tentram aja”jawab cha-cha seadanya. “bukannya lebih tentram di singapura, kamu malah milih study di sini, padahal jelas-jelas di singapura lebih bagus pendidikannya, lagian disini tentram apanya, disini kan nggak aman tingkat kriminalitasnya tinggi, mana kata para pekerja kamu lebih pilih naik angkutan umum dari pada mobil sendiri ? angkutan umum disini g aman banyak copet” katanya panjang lebar. “kalo semua orang naik mobil pribadi, polusi dimana-mana, macet g kira-kira” kata cha-cha sambil berjalan ke arah kamar nya, ingin rasanya menyudahi perdebatan ini “berapa lama kakak disini ?”tanycha-cha sambil terus berjalan dan kak dev mengikuti “6 bulan,kakak ada penelitian di sini”dan dia berbelok ke arah taman belakang rumah,cha-cha pun masuk ke kamar cha-cha. Cha-cha merebahkan diri di tempat tidur nya tanpa bersusah payah mengganti baju sekolah nya,cha-cha menatap langit-langit kamar nya yang di buat seperti langit pada malam hari.suasana kamar nya di buat sedemikian mugkin bernuansa dunia sihir harry potter karena kebetulan cha-cha penggemar berat harry potter. Lampu tidur nya berbentuk labu hallowen, wallpaper dinding nya bergambar kastil hogwarts1, sprai tempat tidur nya bermotif logo sekolah hogwarts, di sudut ruangan cha-cha menempatkan tiruan firebolt2, dinda,karen,dan dea sangat tidak menyukai kamar cha-cha karena terlalu seram dan berusaha membujuk cha-cha untuk mau merubah kamar nya. Tak sadar cha-cha pun tertidur dengan baju sekolah masih melekat di badannya. “dek bangun,ada temen-temenmu tuh” cha-cha terbangun,dan baru ingat kalo kak dev memang ada disini. “suruh masuk kesini aja kak” cha-cha masih setengah sadar dan mengingat-ingat kejadian sebelumnya. “chaaaa, itu yang di luar siapa ???” kataa dea sambil menggoyang-goyangkan badan cha-cha agar cha-cha cepat sadar dari tidur nya . “yg mana sih ?” kata nya masih setengah sadar. “yang itu, yang nyuruh kita ke kamar lo,cakeeppp bangett” kata dinda g kalah hebohnya, “ ada cowo cakep ga ngasih tau nih” karen menambahkan. Cha-cha yang bingung pun langsung tersadar, kak dev mungkin yang mreka maksud “ oh itu, kakak ku, dev pettel namanya” jawab nya seadanya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk berganti pakaian.
Note : 1 Hogwarts adalah sekolah sihir di film/novel harry potter 2 Jenis sapu terbang milik harry potter
“Kenalin ke kita dong cha ?” dea yg memang g bisa ngliat orang cakepp sedikit heboh. “iya nanti ya” kata cha-cha sambil berjalan dan melemparkan seragam ku ke ttempat baju kotor.”cha kapan sih lo ngerubah suasana kamar lo ? serem tau kamar lo”dea brkata sambil menatap sekeliling. “gini aja bagus. Eh kesini kok nggak ngasi tau dulu sih ?’’ cha-cha berjalan menuntun mereka untuk ke tempat kak dev. “udah, coba di cek hand phone lo,kami tadi udah berkali-kali nelpon elo, nggak di angkat, sms juga nggak di balas” karen menjelaskan sambil cemberut. “apa iya ? gue nggak megang hand phone, nggak tau hand phone nya di mana hahahha” cha-cha tertawa melihat ekspresi mereka, “ya ampun cha, terus apa guna nya lo punya hand phone ?” karen makin cemberut, bibir nya maju dan menurut cha-cha bibir angsa pun kalah.cha-cha pun hanya menanggapinya dengan tertawa. Mereka terus berjalan mencari kak dev, ternyata kak dev ada di taman blakang rumah sedang membaca bukunya. “kak, sibuk nggak ? ikut main yuk ? sambil keliling-kelilling daerah sini.” Cha-cha berbasa basi, cha-cha hanya berharap kak dev menolaknya, karna jujur saja cha-cha tidak terlalu paham daerah sini, tempat yang sering cha-cha kunjungi hanya sekolah, mall, dan toko buku saja. Selebihnya cha-cha tidak tau,karna cha-cha lebih suka berada di rumah dari pada main-main g jelas. “hmm, boleh, yuk, kakak ganti baju dulu ya” katanya sambil menutup bukunya dan berjalan ke dalam rumah. “Mampus, mau ku ajak kemana dia ?” fikirnya. padahal cha-cha hanya ingin mengenalkan kak dev dengan ke tiga teman nya tetapi sepertinya kak dev acuh tak acuh terhadap kehadiran mreka bertiga. “aduh, mau kemana nih ya ? gue nggak begitu paham daerah sini” cha-cha mulai bingung. “ajak aja k mall cha” kata dinda dengan santai. Karena tak ada pilihan lain, mereka pun berangkat ke mall. Kak dev yang menyetir mobil mereka. Cha-cha duduk di sebelahnya dan mreka bertiga duduk di belakang. Cha-cha pun mengenalkan ke tiga sahabat nya ke kak dev. Dan dalam waktu beberapa menit saja kak dev sudah bisa menyesuaikan diri. Sepanjang perjalanan tidak ada yang bisa menutup mulut. Semuanya sibuk berceloteh membahas bermacam-macam yang bisa di jadikan bahan obrolan. “eh, gue ada cerita tentang bu ria ni, di jamin deh bikin kalian ngakak hahaha” teman-teman nya langsung terdiam. “kenapa cha sama bu ria ?” dinda penasaran. “hahah tadi gue pulang bareng Mr. Lee .......” cha-cha pun menceritakannya panjang lebar, cha-cha menceritakan semua nya,terkecuali masalah lee sahabat lama nya. dinda, dea,karen bahakan kak dev pun tertawa terpingkal-pinkal. “eh serius cha ?” dea bertanya sambil memegang perut nya karena sakit tertawa. “gue nggak bisa bayangin tampangnya cha hahahahahhaha” karen tertawa sampai jatuh dari tempat duduk nya. Sesampainya di mall mereka langsung mencari tempat parkiran dan sepakat mencari tempat untuk makan.mereka pun langsung menuju ke chines food. “eh, itu bukannya Mr. Lee ya ?” dinda berbicara sambil menunjuk ke arah tempat mereka akan makan. Ternyata benar dia ada di sana sedang duduk mungkin sedang menunggu makanannya.
Mereka pun berjalan ke arah nya berniat makan bareng dengan nya karna karen ngotot mau makan bareng dengan Lee. “hey Lee, sendiri aja ? lagi ngapain ?” tanycha-cha sambil menepuk salah satu pundaknya. Ketiga teman nya bengong, mereka mungkin bingung, cha-cha memanggil Lee dengan tidak menyebutnya “Mr.”. Lee pun berdiri “oh iya ni,lagi nunggu makanan,kalian lagi ngapain?.. eh ? kak dev ya ?” Lee langsung menjabat tangan kak dev. “lho kian, kamu di sini ? apa kabar ?” kak dev membalas jabatan tangannya.teman-teman nya makin bingung dengan keadaan ini, karna ternyata kak dev dan Lee saling mengenal. “baik. Ayo silahkan duduk kita bisa makan bersama-sama” katanya menawarkan, dan mereka semua pun duduk. Mereka memesan makanan mereka, dan beberapa menit kemudian makanan pun datang. “Lee,bukannya tadi kamu bilang mau makan di luar?”tanya cha-cha ingat akan ajakannya tadi sepulang sekolah, “itu kan tadi siang,sekarang udah malam, emang perut gue nggak perlu di isi lagi ?haha”katanya mejelaskan sambil tertawa. Cha-cha baru ingat kalo tadi sempat tertidur. “lho jadi kak dev dan Mr. Lee saling mengenal” dinda pun membuka mulut dan memberanikan diri untuk bertanya. “iya, kami saling kenal, kami bertetangga singapura. kami kenal baik” kak dev menjawab sambil tertawa melihat wajah ketiga teman cha-cha yang bingung. “oh gitu, berarti Mr. Lee kenal chacha juga dong ?” dea bertanya, dan dari wajahnya sepertinya dia makin bingung dengan semua ini. “iya dong pastinya, chacha ini teman kecil saya” Lee menjawab sambil tersenyum ke arah cha-cha. “kok elo nggak bilang-bilang sih cha kalo elo sebenernya kenal Mr. Lee ?” dinda memajukan bibirnya. “gue juga baru tau tadi siang, gue lupa kalo punya teman seperti dia” kata cha-cha sambil menunjuk Lee dan semua pun tertawa. mereka pun melanjutkan makan dengan canda dan tawa. Setelah makan mereka tidak langsung beranjak melainkan tetap melanjutkan obrolan. “eh apa kabar ang ?” kak dev bertanya. “ang ? baik. Kok kak dev bisa kenal ?” lee agak bingung, karena kak dev memang lebih sering berada di nanyang, sedangkan keluarga lee bertetangga dengan rumah cha-cha di jurong. ”haa ? kenal dong. dia kan temennya cha-cha”
“lhoh, kan kakak jarang ada di jurong ?”
“iya tapi setiap saya pulang saya sering liat ang dan kami sering berbincang-bincang”
“oh gitu” lee menjawabnya dengan nada datar. Mereka pun mulai beranjak ketika waktu sudah menujukkan pukul 21.00. sudah 2 jam berlalu tak terasa.
Karena sudah terlalu lelah mereka sepakat untuk tidak kemana-mana melainkan langsung pulang, cha-cha dan kak dev mengantarkan ketiga sahabat cha-cha ke rumahnya masing-masing, sedangkan Lee pulang tidak bersama mereka. Sesampai di rumah cha-cha pun langsung tertidur.


-TO BE CONTINUED-
(review please)

0 komentar

Post a Comment