Wednesday, March 20, 2013

Bizzare love 3angel (part1)

“ Cha, lo udah siap pengambilan nilai pelajaran seni musik nanti ?” aku yang sedang terbuai dengan lamunanku tersentak kaget, aku sudah hampir lupa akan tugas yang sudah di berikan sejak seminggu yang lalu “belum,hari ini pengambilan nilai ya ?” tanya ku kepada pemilik suara tersebut, pemilik suara tersebut adalah dea,salah satu sahabat yang ku punya. Aku mempunyai 3 sahabat di sekolah, dea , karen , dan dinda. kami sudah berteman dekat sejak kami bertemu untuk pertama kalinya pada saat penerimaan murid baru di sekolah ini. kami sangat populer di sekolah. kami berempat di anugrahkan paras yang cantik yang di seimbangkan dengan otak yang lumayan encer. kami pun aktif dalam berorganisasi. Natacha Pettel itulah namaku, teman-temanku biasa memanggilku cha-cha. Sekarang kami duduk di kelas 12 . kami bersekolah di SMA Nusa Bangsa, salah satu sekolah di jakarta.
“haaa ? jadi lo sama sekali nggak ingat tugas ini ? wah,lo tau sendiri kan pak bono galak nya minta ampun” dea memperingatkan ku dengan bergaya seolah-olah dia adalah pak bono. Aku sibuk memikirkan alasan yang tepat agar aku tidak di hukum karna lupa mengerjakan tugas tersebut, aku sama sekali tidak bisa memainkan alat musik, bahkan memukul-mukul meja pun tetap saja suara yang terdengar cukup untuk membuat orang yang sedang sakit gigi bisa kumat.
****
Di pagi yang secerah ini, biasanya ku habiskan waktu ku dengan bertumpuk-tumpuk buku di hadapan ku, aku menghabiskan banyak waktu ku untuk belajar agar segera menyelesaikan kuliahku. Terbukti aku hanya membutuhkan 3 tahun ku belajar untuk bisa segera skripsi. Untuk menyelesaikan skripsi ku,aku harus mengadakan penelitian ke salah satu sekolah di indonesia. Ya memang,aku bukan orang indonesia asli,aku tinggal di singapura ,tapi aku pernah menghabiskan waktu kecilku di negara ini walaupun tak lama. Dan saat ini aku tak menyangka bisa kembali ke negara ini, di mana tersimpan semua kenangan-kengan indah ku bersamanya.... 
Aku terduduk di lobi menunggu kepala sekolah datang untuk meminta izin agar aku bisa mengadakan penelitian di sekolah ini “apa terlalu pagi ?” grutu ku sambil melihat jam tangan ku yang sudah menunjukkan pukul 6.30 tetapi tidak ada tanda-tanda sekolah ini berpenghuni.
****
“aduh” aku terjatuh, karena terbuai oleh lamunanku sehingga aku tidak menyadari telah menabrak kursi yang ternyata di kursi itu ada penghuni nya sampai-sampai penghuninya terjatuh. “aduh maaf mas” aku membantunya untuk berdiri. “yes, no problem. Lain kali hati-hati ya” kata pria tersebut sambil memegang siku nya yang sedikit berdarah. “sepertinya aku pernah liat dia sebelumnya” aku membatin dan terpesona melihat pria tersebut.pria tersebut sangat tampan,pria dengan wajah oriental dengan kulitnya yang putih,bersorot mata teduh yang menunjukkan keramahannya, rambutnya yang lurus berwarna coklat terpotong rapi,yang sangat cocok dengan penampilannya. “hello ? ada apa ?” kata pria tersebut sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan ku, aku pun langsung tersadar dari lamunanku “oh tidak. maaf, aku tadi tidak memperhatikan jalanku, sekali lagi maaf” kata ku sambil tetap memandangnya. “oh iya no problem” dia tersenyum dan langsung masuk ke dalam. Ternyata dia sedang menunggu kepala sekolah, terbukti ketika kepala sekolah datang dia langsung berjalan mengikuti nya. “oke sampai berjumpa lagi” katanya sebelum berlalu dengan senyum yang selalui menghiasi wajahnya.
****
Wajah itu ? sepertinya bukan wajah yang asing, seperti pernah melihatnya. Tapi dimana ? aku benar-benar tidak bisa mengingatnya, “ah mungkin perasaan ku aja” batinku, aku dan dea segera melanjutkan perjalanan ku ke kelas.
****
“cakeep banget itu cowo cha, kok dia sepertinya bukan orang indonesia ya ?” cha cha pura-pura tidak mendengarnya, dia hanya terus berjalan kekelasnya dengan fikiran yang sangat penat. “Orang apapun dia aku nggak peduli,lagian buat apa mikirin orang itu ?” grutunya dalam hati sambil tetap berlalu.
“cha ? kok melamun sih ? tadi kenapa lo nggak tanya namanya ? umur tu orang sepertinya nggak jauh beda dengan kita, mungkin selisih 2-3th” dea tampak mengira-ngira umur orang itu sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangannya yang lentik bak seorang dirigen,cha-cha sama sekali tidak mempedulikannya dan sepertinya dea pun tidak merasa risih dengan jawaban-jawaban cha cha yang hanya menjawab “emm,ooohh,iya, mungkin”
Terdengar bell tanda masuk berbunyi,cha cha pun sudah melupakan kejadian tadi pagi, cha cha dan dea sudah bergabung bersama karen dan dinda. Mereka pun langsung bergegas masuk kelas. Cha-cha terlihat Agak sedikit was-was karna sekarang sudah memasuki jam seni musik, wajahnya yang cantik yang biasanya selalu dihiasi oleh senyumnya yang bisa memikat seluruh pria yang iya temui kini bibirnya hanya sibuk mengucapkan kata-kata berharap pak bono tidak masuk. harapan cha-cha supaya pak bono tidak masuk kelas sirna sudah karena tampak pak bono sudah berada di pintu masuk kelas, tetapi beliau tidak sendiri melainkan dengan seseorang dan ternyata orang tersebut adalah pria yang ditabrak cha cha tadi pagi. “dia kan orang yang tadi pagi ? kok sepertinya dia tidak asing ya, siapa ya ?” kata nya dalam hati.
“selamat pagi anak-anak” pak bono mengucapkan salam dengan senyum yang kalau menurut cha cha bisa membuat anak-anak TK menagis histeris. “selamat pagi pak” jawab anak-anak dengan semangat, tidak seperti biasanya yang setiap pelajaran pak bono anak-anak lemas seperti sudah tidak makan berminggu-minggu. anak-anak seperti itu mungkin karena ada orang tersebut. Yang seketika membuat kelas ramai dengan bisik-bisik yang bisa di bilang bisikan mereka tidak bisa di kaategorikan bisikan, karna jelas sekali cha-cha bisa mendengar dengan jelas suara iren yang tempat duduk nya 4 bangku di belakang nya berkata “orang itu cakep banget”.
“ssstttt jangan berisik anak-anak” seketika kelas menjadi sunyi dan senyap, hanya ada suara kipas angin yang mendengung “ngggggg” . “oke. Tahun ini kita kedatangan tamu. ini guru baru kalian, beliau di tugaskan kesini dalam rangka pengabdian yang akan di jelaskan langsung oleh beliau. Silahkan pak perkenalkan diri anda” kata pak bono mempersilahkan pria tersebut. “iya trimakasih pak bono. Selamat pagi semua” kata pria tersebut dengan senyum yang membuat anak 1 kelas terpukau karna ketampanannya, bahkan anak laki-laki pun ikut bengong melihatnya.
“well, my name’s Lee Ser Kian. Kalian bisa memanggil saya cukup lee atau bisa juga kian,terserah kalian saja. Saya seorang mahasiswa dari salah satu universitas di singapore, yaitu national university of singapore.saya kebetulan mendapat tugas penelitian untuk pelajaran seni musik yang kebetulan kebetulan saya ditugaskan di indonesia. Saya mengambil sampel yaitu sekolah ini . mungkin ada yang ingin di tanyakan ?”pria itu tersenyum ramah kepada seluruh penghuni kelas. Pak bono berbisik kepada orang tersebut dan kemudian keluar kelas.
Dalam waktu beberapa menit saja kelas ramai penuh pertanyaan untuk guru baru tersebut. Pertanyaan yang macam-macam tapi ya seputar informasi pribadinya, ada yang bertanya umur,tempat dan tanggal lahir, hobby, singgle atau tidak, tinggal dimana dll. Dan ternyata Mr. lee berumur 19th, tidak jauh berbeda dengan umur mereka.
Setelah setengah jam berlalu dan sudah tidak ada yang bertanya,pelajaran pun di mulai. Mr. Lee memulai dengan pelajaran piano. Karena banyak yang meminta Mr. Lee untuk bermain piano akhirnya Mr. Lee pun mengawali pelajaran dengan dia bermain piano. Permainan nya sungguh menakjubkan, untuk sekian kali anak kelas terbengong-bengong melihat nya. Tetapi tampak cha-cha, satu-satunya murid yang tidak memperhatikan mr.lee karena ia sama sekali tidak berbakat dalam seni musik, tetapi ia sangat berbakat dalam dunia sastra. Cha-cha adalah penulis novel remaja yang berprestasi. Cha-cha sudah banyak menyumbangkan piala untuk sekolah dari hobby nya ini. Karna begitu bosan ia pun menyibukkan diri dengan mencorat coret bukunya dengan beberapa rangkaian kata yang membentuk sebuah paragraf.
Tiba-tiba saja ada yang mengambil buku nya “hey” katanya kesal, tetapi cha-cha langsung diam terpaku karna yang mengambil buku nya adalah  Mr. Lee, guru baru tersebut. Mungkin karna cha-cha terlalu sibuk dengan tulisannya sehingga ia tidak menyadari bahwa Mr. Lee sudah selesai memainkan piano nya. “sedang menulis apa ?” Mr.Lee berkata sambil melihat-lihat tulisan-tulisan chacha. “oh bukan apa-apa” jawabnya agak bingung. “hmmm. Natacha lain kali perhatikan kalau guru sedang menjelaskan atau memberi contoh” kata nya sambil mengembalikan buku cha-cha . “lho kok dia tau namaku ya ? aku kan nggak memasang tanda pengenal di bajuku. Mungkin tadi dia sempat mengabsen ketika aku sibuk mencoret- coret buku ini” batinnya.



-TO BE CONTINUED-
(review please)

0 komentar

Post a Comment